Di dunia kultivasi novel Renegade Immortal, perang antara wilayah bintang All Heaven melawan Aliansi Kultivasi jadi salah satu konflik terbesar dan paling brutal yang pernah terjadi. Yang bikin banyak pembaca heran adalah satu hal sederhana: kenapa All Heaven yang jelas-jelas lebih lemah malah bisa menghajar Aliansi sampai porak-poranda?

Padahal kalau dilihat dari jumlah ahli, sumber daya, dan wilayah kekuasaan, Aliansi Kultivasi berada jauh di atas All Heaven. Namun saat perang pecah, kenyataannya justru berbanding terbalik. Pasukan All Heaven menyerbu seperti badai, merebut banyak planet kultivasi, dan membuat Aliansi kehilangan kendali selama ratusan tahun.






Lalu apa sebenarnya alasan di balik kemenangan awal All Heaven? Dan kenapa perang besar ini akhirnya berakhir tanpa pemenang setelah kemunculan monster mengerikan bernama Tuo Sen?

Mari kita bahas semuanya secara lengkap.


Awal Mula Perang: Dendam Yan Leizi

Semua kekacauan ini sebenarnya berawal dari satu orang: Yan Leizi.

Di balik citranya sebagai pemimpin besar Istana Abadi Petir, ternyata Yan Leizi menyimpan dendam yang sangat dalam terhadap Zhong Xuanzi, pemimpin Aliansi Kultivasi.

Dulu mereka adalah sahabat dekat. Namun hubungan itu hancur setelah Zhong Xuanzi berselingkuh dengan istri Yan Leizi. Pengkhianatan itulah yang membuat Yan Leizi meninggalkan Aliansi dan pergi ke wilayah All Heaven sambil membawa dendam yang tidak pernah padam.

Sejak saat itu, ia hanya punya satu tujuan:

Menghancurkan Aliansi Kultivasi dan membunuh Zhong Xuanzi.

Namun Yan Leizi sadar kekuatannya sendiri tidak cukup. Karena itu, ia mulai merancang perang besar antar wilayah bintang demi menciptakan kekacauan.


Strategi Besar yang Sudah Disiapkan Bertahun-Tahun

Salah satu alasan utama kenapa All Heaven berhasil mendominasi di awal perang adalah karena mereka datang dengan persiapan matang.

Yan Leizi sudah lama menyusun semuanya. Ia bekerja sama dengan keluarga kuno besar seperti Istana Abadi Petir dan keluarga Shang untuk mengumpulkan kekuatan terbaik All Heaven.

Mereka bahkan mengadakan acara besar seperti perang penobatan abadi demi menarik kultivator kuat dari seluruh wilayah.






Para kultivator dijanjikan hadiah luar biasa:

  • Planet kultivasi pribadi
  • Harta karun langka
  • Teknik abadi
  • Pil obat tingkat tinggi

Bagi kultivator All Heaven yang hidup di wilayah dengan energi spiritual mulai menurun, tawaran ini benar-benar menggoda. Mereka jadi percaya bahwa Aliansi hanyalah “daging empuk” yang siap direbut.

Akibatnya, begitu pembatas antar wilayah dibuka, pasukan All Heaven langsung bergerak cepat dan sistematis merebut planet demi planet.

Sementara itu, Aliansi Kultivasi sama sekali tidak siap menghadapi invasi sebesar ini.


Aliansi Kultivasi Terlalu Besar dan Sulit Disatukan

Secara kekuatan total, Aliansi Kultivasi sebenarnya jauh lebih mengerikan dibanding All Heaven.

Mereka memiliki:

  • Banyak ahli tingkat Nirvana Cleanser
  • Kultivator Heaven’s Blight
  • Empat Sekte Suci
  • Wilayah Brilliant Void
  • Negara kultivasi tingkat delapan

Namun masalah terbesar Aliansi adalah:

Mereka tidak benar-benar bersatu.

Banyak faksi di bawah Aliansi hanya tunduk secara nama saja. Ketika perang pecah, sebagian besar malah memilih diam dan memikirkan keselamatan sendiri.

Contohnya:

  • Sekte Mayat Yin
  • Sekte Tian Yun
  • Negara kultivasi tingkat delapan

Bahkan Tian Yunzi yang merupakan anggota Dewan Tetua Aliansi tidak benar-benar membantu perang.

Ada juga Sekte Mayat Yin yang malah sibuk berdagang dengan kultivator All Heaven saat perang sedang berlangsung.


Karena tidak adanya persatuan, kekuatan besar Aliansi menjadi terpecah-pecah. Mereka gagal memanfaatkan jumlah ahli yang sebenarnya jauh lebih unggul.


Faktor Terbesar: Kedatangan Master Ching Shui

Kalau harus memilih satu alasan utama kenapa Aliansi kalah telak di awal perang, jawabannya adalah:

Ching Shui

Kemunculan Ching Shui benar-benar mengubah jalannya perang.

Ia datang bersama Wang Lin dan langsung menghancurkan Alam Pembantaian milik Aliansi.

Setelah itu, Ching Shui menyerang markas pusat Aliansi seorang diri dan memaksa Zhong Xuanzi membuka segel Dunia Tujuh Warna.

Akibatnya, markas pusat Aliansi akhirnya tersegel dan terputus dari dunia luar.

Tanpa pusat komando, seluruh wilayah Aliansi langsung kacau balau.

  • Negara Chuyun memisahkan diri
  • Ludi memilih jalan sendiri
  • Kuil Surga Manusia tidak mau ikut perang
  • Gerbang Iblis Bumi Jahat juga menarik diri

Aliansi berubah menjadi kumpulan faksi yang tidak punya arah.


All Heaven Sebenarnya Wilayah Terlemah

Fakta menariknya, All Heaven sebenarnya adalah wilayah paling lemah di antara empat wilayah sistem bintang.

Di sana, kultivator tingkat Nirvana Scryer saja sudah dianggap monster besar.

Sementara di Aliansi:

  • Dewan Tetua dipenuhi Nirvana Cleanser
  • Banyak Heaven’s Blight
  • Empat Sekte Suci memiliki puluhan ahli langkah kedua

Secara logika, All Heaven seharusnya kalah total.

Namun karena:

  • strategi matang,
  • serangan mendadak,
  • lemahnya persatuan Aliansi,
  • dan bantuan ahli langkah ketiga,

mereka berhasil membalik keadaan.


Dukungan Ahli Langkah Ketiga: Lufuzi

Keberanian Yan Leizi juga berasal dari dukungan sosok misterius bernama Lufuzi.

Lufuzi adalah ahli langkah ketiga yang sangat kuat.

Ia membantu:

  • merobek pembatas antar wilayah,
  • membuka jalur invasi,
  • hingga menaklukkan makhluk legendaris Moon Geyser.

Dengan adanya dukungan ini, Yan Leizi merasa All Heaven tidak perlu takut terhadap Aliansi.

Namun masalahnya, ia tidak tahu bahwa Aliansi juga memiliki monster langkah ketiga yang bahkan jauh lebih mengerikan.


Akhir Tragis: Kemunculan Tuo Sen

Saat perang berlangsung selama ratusan tahun, kedua pihak sebenarnya sudah kelelahan.

Namun bencana sesungguhnya baru dimulai ketika Tuo Sen berhasil lolos dari penjara.







Tuo Sen tidak peduli pihak mana yang benar atau salah.

Begitu keluar, ia langsung membantai semua makhluk hidup yang ditemuinya.

Pasukan All Heaven dan Aliansi sama-sama dihancurkan tanpa ampun.

Ribuan kultivator mati sia-sia, dan kedua wilayah akhirnya kehilangan kemampuan untuk melanjutkan perang.

Pada akhirnya, perang besar yang berlangsung selama ratusan tahun itu berakhir tanpa pemenang.


Kesimpulan

Perang besar antara All Heaven dan Aliansi Kultivasi sebenarnya bukan soal siapa yang lebih kuat secara keseluruhan.

All Heaven menang di awal karena:

  • Persiapan matang
  • Serangan mendadak
  • Strategi Yan Leizi
  • Lemahnya persatuan Aliansi
  • Bantuan ahli langkah ketiga

Sementara Aliansi kalah bukan karena kurang kuat, melainkan karena terlalu terpecah dan tidak memiliki koordinasi yang baik.

Dan ironisnya, setelah semua pertumpahan darah itu, tidak ada pihak yang benar-benar menang. Semua hancur sia-sia setelah kemunculan Tuo Sen.

Itulah yang membuat perang ini jadi salah satu arc paling tragis dan epik dalam dunia Renegade Immortal.