Setelah tiga tahun berpisah sejak peristiwa di Suku Sembilan Mata Air Nether, Medusa akhirnya menyelesaikan kultivasi tertutupnya. Selama Xiao Yan sibuk bertempur di Pulau Naga Kuno hingga berhasil menaklukkan Api Iblis, Medusa memilih memusatkan seluruh perhatiannya untuk menyempurnakan kekuatan di dasar Mata Air Kuning Sembilan Nether.

Kemunculannya kembali menjadi salah satu momen paling dramatis dalam cerita. Saat itu, Xiao Yan tengah berada dalam situasi terdesak menghadapi amarah Huang Tian, pemimpin Suku Heaven Demon Phoenix yang telah mencapai puncak Dao Sheng Bintang 5. Huang Tian sengaja menyerang wilayah Mata Air Nether untuk memancing Xiao Yan keluar, sekaligus berniat menangkap Medusa sebagai bentuk balas dendam.


Namun di tengah pertempuran sengit tersebut, aura mengerikan tiba-tiba meledak dari dasar Mata Air Kuning. Medusa muncul dengan wujud yang jauh lebih kuat dan menakutkan dari sebelumnya. Ia berhasil berevolusi sempurna dari Piton Penelan Langit Tujuh Warna menjadi Piton Penelan Langit Sembilan Warna yang legendaris. Tidak hanya itu, tingkat kekuatannya juga melonjak drastis hingga mencapai Dao Sheng Bintang 4.

Meski secara level masih berada di bawah Huang Tian, perbedaan garis keturunan membuat situasi berbalik sepenuhnya. Di hadapan darah murni Piton Penelan Langit Sembilan Warna milik Medusa, Huang Tian yang berasal dari ras phoenix iblis seolah hanyalah seekor burung kecil. Dengan tekanan garis keturunan yang mutlak, ditambah bantuan kekuatan jiwa leluhur, Medusa berhasil menghajar balik Huang Tian tanpa ampun.

Kembalinya Medusa ini membuktikan bahwa dirinya bukan lagi sekadar pendamping Xiao Yan. Ia telah berubah menjadi salah satu kekuatan tempur paling mengerikan yang berdiri di sisi sang Kaisar Api.